FAQ

Tanya jawab mengenai hal - hal yang masih belum jelas terkait program studi Informatika.


Arsitektur merupakan seni dan ilmu dalam merancang suatu ruang atau bangunan. Arsitektur memiliki tiga prinsip dasar dalam desainnya, meliputi kekuatan (firmitas), kegunaan (utilitas), dan keindahan (venustas). Suatu ruang atau bentuk bangunan haruslah dirancang dengan menerapkan ketiga prinsip dasar tersebut, yakni harus kuat dan kokoh, berguna atau berfungsi bagi kebutuhan manusia, serta memiliki nilai keindahan atau estetika yang baik

Arsitektur mempelajari segala hal yang berkaitan dengan desain dan lingkungan terbangun, mulai dari lingkup makro seperti perencanaan kawasan, perancangan perkotaan, lansekap hingga lingkup mikro seperti bangunan, interior, hingga furnitur. Arsitektur merupakan ilmu multi displin yang berkaitan dengan ilmu-ilmu lainnya, seperti fisika, matematika, sejarah, psikologi, teknik, sosiologi, antropologi, ekonomi, ekologi, dan sebagainya. Arsitektur juga mempelajari bagaimana proses dalam membangun suatu bangunan yang dimulai dari tahap pencarian ide, perumusan konsep, perencanaan hingga tahap perancangan desain.

Kurikulum Program Studi Arsitektur ITK menerapkan fokus keilmuan yang berpusat pada studi ekologi arsitektur di mana lulusan akan memiliki kompetensi dalam merancang suatu bangunan dengan berlandaskan pada prinsip kesinambungan antara manusia, alam, dan bangunan. Lulusan juga dipersiapkan untuk memiliki kepekaan terhadap ekosistem lingkungan binaan.

Tidak harus. Mahasiswa tahun pertama nantinya akan mengikuti kelas gambar arsitektur dasar dan teknik gambar arsitektur sebagai mata kuliah wajib prodi untuk mengenalkan, melatih serta memperbaiki kemampuan mahasiswa dalam menggambar. Kemampuan utama yang harus dimiliki mahasiswa arsitektur adalah berpikir kreatif, berpikir imajinatif, kemampuan analisis, serta mampu berpikir secara spasial/ruang (3 dimensi)

Program Studi Arsitektur menerima calon mahasiswa baru melalui 3 (tiga) jalur seleksi masuk, yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Seleksi Ujian Masuk Mandiri Terpadu ITK (SUMMIT). Info lebih lanjut mengenai ketiga jalur tersebut dapat diakses melalui laman https://pmb.itk.ac.id/SNMPTN & SBMPTN: https://ltmpt.ac.id/SUMMIT ITK: https://summit.itk.ac.id/

Prosedur atau tata cara pendaftaran Program Studi Arsitektur dapat dilihat secara detail pada laman berikut:PMB ITK: https://pmb.itk.ac.id/ SNMPTN & SBMPTN: https://ltmpt.ac.id/ SUMMIT ITK: https://summit.itk.ac.id/

Program Studi Arsitektur ITK menerima siswa/siswi dari SMA/MA/SMK dengan syarat jurusan yang dapat dilihat secara detail pada laman https://summit.itk.ac.id/

Biaya perkuliahan di Program Studi Arsitektur menerapkan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) sesuai dengan kategori yang telah ditentukan. Informasi lebih detail mengenai UKT ini dapat diakses melalui laman https://pmb.itk.ac.id/daftar-ulang/biaya-kuliah

Perkuliahan di Program Studi Arsitektur secara umum akan diisi dengan materi-materi yang berbasis teoritik dan juga praktikum. Studio Desain merupakan inti perkuliahan di dalam arsitektur di mana mahasiswa akan melakukan kegiatan praktikum perencanaan dan perancangan suatu desain bangunan atau kawasan dengan tema atau topik tertentu yang dimulai dari perumusan ide dan konsep, analisis tapak, skematik desain, pengembangan desain, hingga membuat model/prototipe maket bangunan sesuai dengan hasil kreatifitas mahasiswa tersebut. Mata kuliah teoritik akan diajarkan kepada mahasiswa di dalam kelas teori sebagai pengetahuan dasar dalam memahami arsitektur dan juga sebagai landasan dalam mengembangkan ide-ide desain yang mendukung pembelajaran di Studio Desain

Program Studi Arsitektur turut mendukung kebijakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di mana Mahasiswa diberikan kebebasan mengambil SKS di luar program studi, tiga semester yang di maksud berupa 1 semester kesempatan mengambil mata kuliah di luar program studi dan 2 semester melaksanakan aktivitas pembelajaran di luar perguruan tinggi. Berbagai bentuk kegiatan belajar di luar perguruan tinggi, di antaranya melakukan magang/ praktik kerja di Industri atau tempat kerja lainnya, melaksanakan proyek pengabdian kepada masyarakat di desa, mengajar di satuan pendidikan, mengikuti pertukaran mahasiswa, melakukan penelitian, melakukan kegiatan kewirausahaan, membuat studi/ proyek independen, dan mengikuti program kemanusisaan. Semua kegiatan tersebut harus dilaksanakan dengan bimbingan dari dosenInformasi mengenai MBKM dapat diakses melalui laman https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/Buku Panduan MBKM: http://dikti.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/2020/04/Buku-Panduan-Merdeka-Belajar-Kampus-Merdeka-2020

Selama perkuliahan, mahasiswa Arsitektur ITK diharapkan mampu menguasai keterampilan dalam merencanakan dan merancangan desain bangunan dalam berbagai tingkatan (rendah, sedang, tinggi, hingga bentang lebar), desain konstekstual, dan desain kawasan. Selain itu, mahasiswa arsitektur juga diharapkan mampu untuk menguasai keterampilan dalam proses berpikir kreatif dan imajinatif, merumuskan ide dan konsep, proses pengambilan data lapangan, proses analisis data, kemampuan komunikasi visual arsitektural melalui gambar tangan dan dijital, komputasi desain, desain grafis/infografis, kerjasama dalam tim, manajemen, teknik presentasi dan public speaking

Mahasiswa Program Studi Arsitektur dapat memanfaatkan berbagai macam fasilitas yang disediakan oleh kampus guna menunjang perkuliahan dan praktikum, baik dari tingkat institut hingga laboratorium. Fasilitas di Institut: Unit Layanan Terpadu, Perpustakaan, Selasar Mahasiswa di Gedung A, Ruang Kelas (Gedung E, F, dan G), ATM, Counter BNI, Area Parkiran, Kantin, Asrama Mahasiswa, Lapangan Olahraga, dll. Fasilitas di Laboratorium Terpadu ITK: Ruang Lab. Studio Desain dan Tata Ruang, Ruang Lab. Komputer, dll.

Kegiatan Praktikum Program Studi Arsitektur menggunakan Lab. Studio Desain dan Tata Ruang yang terletak di Gedung Lab. Terpadu ITK. Fasilitas penunjang kegiatan praktikum yang disediakan oleh studio meliputi: meja kerja, proyektor, karton maket, kertas gambar A3, peralatan gambar, peralatan membuat maket, digital lux meter, drone, laser distance measurement, GPS geodetic, meteran, plotter (mesin printing gambar), pineri visualizer, dll. Info lebih lanjut mengenai laboratorium studio dapat diakses pada laman https://ars.itk.ac.id/akademik/laboratorium

Masa studi di Program Studi Arsitektur ITK umumnya ditempuh dalam kurun waktu 4 tahun atau 8 semester. Mahasiswa wajib menyelesaikan skripsi/tugas akhir sebagai salah satu persyaratan untuk bisa lulus di ITK dan mendapatkan gelar Sarjana Arsitektur (S.Ars)

Selama berkuliah di arsitektur, mahasiswa akan dihadapi dengan gambar arsitektur baik secara manual maupun dijital serta pembuatan maket. Peralatan dasar menggambar manual yang umumnya digunakan oleh mahasiswa adalah pensil, drawing pen, alat mewarnai, kertas gambar ukuran A3, penggaris panjang, penggaris segitiga, penghapus, busur, alas gambar, jangka, dll. Mahasiswa juga disarankan untuk memiliki area atau meja kerja yang standar untuk bekerja di rumah. Mahasiswa juga mulai menggunakan laptop dengan pertimbangan spesifikasi grafis/arsitektur untuk menunjang perkuliahan dan praktikum berbasis dijital, misalnya Perancangan, Simulasi, Arsitektur Dijital, Komputasi Arsitektur, dll.

Mahasiswa akan melakukan pembuatan maket pada setiap semesternya selama berkuliah di Program Studi Arsitektur. Bahan yang diperlukan untuk membuat maket bersifat fleksibel serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan. Bahan dasar maket pada umumnya terdiri dari karton, dupleks, tripleks, styrofoam, kertas kardus, dll. Peralatan yang umum digunakan dalam membuat maket terdiri dari alas potong (cutting mat), cutter, gunting, lem, penggaris besi, dll

Untuk penggunaan laptop dalam perkuliahan arsitektur, silahkan disesuaikan dengan kemampuan pribadi masing-masing. Beberapa rekomendasi spesifikasi laptop yang dapat menjadi acuan bagi mahasiswa dalam memilih atau menentukan laptop adalah sebagai berikut: Operating System Windows 8.1/10/11; Processor Intel Core i5 2 GHz or more / AMD A6 1.8 GHz or more; RAM 4GB or more (8 GB recommended); VGA 2 GB or more; HDD 500 GB or more / SSD 250 GB or more, Display 14" 1024x768 screen resolution (1920x1080 screen resolution recommended); Wi-Fi; Webcam with user-facing, inbuilt microphone and speakers; Battery life min. 8 hours under normal use

Untuk mata kuliah berbasis teoritik dapat menggunakan Microsoft office sebagai penunjang perkuliahan. Untuk mata kuliah praktikum dan komputasi, mahasiswa dapat menggunakan aplikasi gambar 2D (AutoCAD, ArchiCAD, dll), BIM (Revit Architecture, Autodesk Revit, dll), gambar 3D (Sketch Up, 3D Studio Max, dll), Rendering (V-ray, Lumion, Enscape, dll), serta editing dan grafis (Photoshop, Adobe Illustrator, Corel Draw, dll)

Lulusan Program Studi Arsitektur dapat berkarir sebagai seorang arsitek dengan mengikuti seluruh ketentuan yang telah ditetapkan di dalam undang-undang agar dapat berpraktik secara profesional. Setelah lulus program sarjana selama 4 tahun, mahasiswa perlu mengikuti program profesi selama 1 tahun serta magang selama 2 tahun untuk kemudian mengikuti ujian surat tanda registrasi dan lisensi resmi untuk berpraktik sebagai arsitek profesional. Selain sebagai arsitek, berbagai peran yang dapat dilakukan oleh lulusan program studi arsitektur di bidang keahlian atau bidang kerja tertentu setelah menyelesaikan masa perkuliahan. Selengkapnya dapat dilihat pada Profil Lulusan (https://ars.itk.ac.id/akademik/profile_lulusan)

ITK menyediakan berbagai macam kegiatan di luar kelas bagi seluruh mahasiswa yang dapat diikuti guna mengembangkan dan mengasah kemampuan hardskill maupun softskill, baik di tingkat Institut maupun di tingkat Program Studi. Kegiatan-kegiatan tersebut di antaranya meliputi Keluarga Mahasiswa ITK (KM ITK), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HM), serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)

Mahasiswa harus menempuh sebanyak 144 SKS untuk bisa lulus pada Program Studi Arsitektur ITK